Responsive Ads Here
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2018

Kekalahan Dianggap Tak Adil Oleh Tim SMA N 1 Wedung


Gambar : dokumentasi SMA N 1 Wedung dengan SMK N 2 Demak



Demak (13/5) - SMK N 2 Demak berhasil menjadi juara 1 dalam event kejuaraan kabupaten IV Demak. Hal ini merupakan pencapaian pertama oleh tim SMK N 2 Demak merebut gelar juara tersebut selama dua kali mengikuti event kejuaraan kabupaten Demak. Pencapaian luar biasa ini membuat tim lain sempat tersontak kaget, bahwasannya pada event lalu tim ini sangat tidak menonjol dalam mengatur strategi permainannya, bisa dilihat ketika melawan tim SMA N 1 Wedung dengan kekalahan skor yang cukup jauh, namun kali ini berhasil diputar balik oleh SMK N 2 Demak.
Mendapati timnya kalah oleh SMK N 2 Demak, pelatih SMA N 1 Wedung mengeluhkan bahwa manajement dari SMA N 1Wedung kurang kompak, menurut pelatih SMA N 1 Demak hal ini dipicu karena persiapan dari SMA N 1 Wedung sangat kurang, selain itu kurangnya dukungan dari pihak sekolah yang membuat mental tim menciut dan kurang percaya diri menghadapi lawannya.
“Saya cukup kecewa dengan hasil yang diperoleh dari event kali ini, mungkin ini kesalahan saya karena sering meninggalkan mereka saat latihan karena kesibukan saya sebagai mahasiswa, apalagi anak-anak sempat tidak mendapat dukungan dari sekolah untuk ikut event ini”, ujar Husnul pelatih SMA N 1 Wedung.
Melihat timnya kalah pada event ini membuat tim Handball SMA N 1Wedung semakin penasarn dan semakin tergugah semangatnya untuk mempersiapkan tim mereka pada event yang akan datang. Menurut Wahyu Aji Burhan sebagai Playmaker tim kekalahan ini cukup tidak adil baginya, sebab pihak sekolah kurang memberikan fasilitas lebih sehingga ini menjadi faktor penghambat mereka saat latihan, sebagai contoh kurangnya jumblah bola yang digunakan saat latihan.
“Menurut saya kekalahan kali ini cukup tidak adil bagi tim saya, karena sekolah kurang memberi perhatian pada kami, bola saja cuma ada 4, 2 untuk cowok, 2 untuk cewek, bagaimana latihan kita mau maksimal? Ini kan ekstra bukan pembelajaran, harusnya sekolah paham dan memberi kami fsilitas yang layak” tandas Wahyu sebagai Playmaker tim Handball Wedung.
Kapten Tim Muhammad Farihul Aham akan membicarakan ini kepada pihak OSIS supaya nantinya Handball akan dimasukkan ke dalam program Esktra Kulikuler sekolah, sehingga nantinya akan ada anggaran untuk fasilitas dan dana saat event terselenggara.

Rabu, 02 Mei 2018

Terus Semangat tak Kenal Menyerah

Wahyu Abaskoro lahir di kudus 23 februari 1997 ini merupakan atlet pencak silat andalan kabupaten kudus di porprov mendatang. Diamemiliki perwakan yang kecil mungil akan turum di kelas Apa (45-50). "Dia merupakan salah satu kartu As saya diporprov mendatang", ujar Mas'ud. Ia mengandalkan si abas ini sebut saja bukan tanpa alasan karena sebelum sebelum Abas selalu menjadi langganan juata di beberapa even tingkat provinsi. 

"Saya hanya ingin membanggakan keluarga saya" itu lah yang diucapkan si Abas yang memiliki perwakan tidak tinggi ini . Pria yang lahir asli di kudus ini memiliki daya juang yang begitu tinggi hal ini terbulti dari apa yang telah ia lakukan , Ia melakukan latihan 10x dalam seminggu. Hampir setiap hari ia melakukan latihan kadang sediriam kadang bergabung dengam teman teman yang lainnya
 
Pria yang pernah menjuarai Pomda tingkat jawa tengah 2017 ini menanamkan jiwa pantang menyerah dan selalu memilik teknil teknik baru disetiap pertandingannya ini. Ia tidak memilimi teknik andalan, Namun ia hanya selalu waspada dengan serangan lawan. Itulah yang membuat Ia hampir selalu juara di seriap evemt provinsi

Menuju Kejurkab 4 Demak


Reportase
Menuju Kejurkab 4 Demak

Demak – Menjelang event kejurkab 4 SMA N 1 Demak harap-harap cemas, kali ini semakin banyak saingan yang sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, karena semakin banyak juga sekolah yang berminat untuk mengajukan tim mereka pada event kejurkab 4 Demak.
Tim yang kekuatan cukup besar ini sangat-sangat berharap dapat menjadi juara pada event kali ini, menurut Bayu Wicaksono selaku pelatih dari SMA N 1 Demak intensitas latihan dari tim sudah cukup untuk menghadapi event mendatang, tinggal pematangan tak tik serangan yang akan dimainkan di pertandingan nanti.
“kalau cemas sih sedikit, sebab dari saya sendiri banyak absen karena ada kegiatan kampus, jadi semua saya pasahkan ke kapten tim untuk mengatur dan melaksanakan program latihan yang saya berikan, menurut saya sih permainan mereka sudah cukup baik, nanti tinggal diberi sedikit taktik serangan”, ujar Bayu.
Setelah merebut peringkat ketiga ternyata tidak cukup memberikan kepuasan bagi pelatih yang cukup berpengalaman ini, Dia tidak segan untuk menunjukkan ambisinya mengalahkan tim unggulan yang sebagian besar beranggotakan tim Handball Demak.


Selasa, 01 Mei 2018

Kepelatihan SKJ UNNES
Selasa (01-05) dilaksanakan pelatihan senam kebugaran jasmani (SKJ)  yang diadakan di laboratorium soegijono dengan peserta adalah mahasiswa pjkr, pgpjsd 2015 dan juga umum.
Kepelatihan ini diadakan oleh Ukm senam fik unnes dengan dibimbing dosen fik yaitu bapak Ipang Setiawan. 
Pelatihan dimulai pada pukul 07:00 yang dihadiri seluruh peserta dan para dosen fik unnes. Kegiatan dimulai dengan senam SKJ yang dipimpin oleh 4 instructur senam dengan gerakan sebagian menghadap peserta. 
Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dari awal yaitu pemanasan yang terdiri dari beberapa variasi. Kemudian dilanjutkan kegiatan kepemanasan ini dengan beberapa variasi dan diulang -ulang, dan yang terakhir yaitu kegiatan pendinginan. 
Setelah tahap demi tahap terlaksana, para peserta disuruh melakukan senam SKJ dari pemanasan hingga pendinginan. 
Disela-sela kegiatan, peserta juga dibalik arah agar bisa melakukan senam SKJ. Kegiatan ini sangat menarik dan sangat murah dikalangan mahasiswa " ujar Soni. Kegiatan ini dibekali dengan buku panduan dan kaset cd/dvd dengan sertifikat juga, kegiatan ditutup pada pukul 14:000.
Oleh Samijono. 

Sabtu, 21 April 2018

Bercita-cita Menjadi Pemain Timnas

Gambar : Saddam Emiruddin Gaffar saat bermain di tim Popnas Jateng 2017

Cita-cita boleh setinggi langit, harus selalu berusaha dan yakin bisa meraihnya. Begitulah kira-kira doa dari anak bernama Saddam Emiruddin Gaffar. Anak laki-laki dari pasangan Mundhofar dan Ana Nurhidayati yang lahir 17 tahun yang lalu ini memiliki mimpi bisa bermain untuk timnas Indonesia kelak.

Prestasinya di cabang sepakbola memang dinilai sudah banyak, terbukti dari sederet prestasi yang di raihnya secara individu maupun tim. Saddam panggilan akrabnya ikut serta dalam tim yang menjadi juara 1 di Popnas tahun 2017, juara 1 Piala Soeratin 2017 zona Jateng dan semifinalis putaran nasional dan juara 1 Popda tingkat karesidenan di tahun yang sama.

Tidak hanya itu, remaja yang memiliki tinggi 179cm ini juga menjadi topskor Popda tingkat karesidenan. “Semua ini berkat dukungan penuh dari orang tua dan teman satu tim serta strategi yang diberikan pelatih” paparnya yang sekarang duduk di kelas XI IPS SMA 2 Bae Kudus.  
Dia menceritakan pengalamannya yang dirasa sangat berat ketika harus bergabung di akademi sepakbola Apacinti yang berada di Kabupaten Semarang, hal itu membuatnya harus berpisah dengan orangtuanya di Desa Kalipucang Welahan Jepara. “Awalnya sangat berat karena memang saya masih SMP, tetapi seiring berjalannya waktu saya bisa menikmati hari-hari bersama teman dan jauh dari orangtua” ujar pemain yang berposisi sayap itu.

Bakat bermain sepakbolanya memang tercium sejak saat berada di Apacinti, sampai akhirnya dia masuk di klub Surya Yudha Kudus dan kemudian dipercaya menjadi punggawa Persiku yunior u-17. “Semua dilakukan dari bawah, memang butuh kerja ekstra untuk menjadi pemain sepakbola” terang pemain yang dominan kaki kiri itu.

Mengenai kendala yang dihadapi untuk saat ini, dia menjelaskan hanya kesulitan untuk membagi waktu latihan dan belajar “Memang harus pandai membagi waktu belajar dan berlatih karena keduanya tidak bisa berjalan bersamaan dan saya tidak boleh kehilangan keduanya, menjadi pemain timnas adalah cita-cita setiap pemain sepakbola” pungkas Saddam. (syf)